Kamis, 21 Agustus 2014

Cerpen "Kita Akan Berubah"

Saat hujan mulai tinggal rintiknya saja, dalam sebuah rumah di sebuah penghujung desa, seorang anak sedang terbaring lemah di tempat tidurnya.
"Ayah" panggil anak itu lemah, menyeru memanggil ayahnya.
"Iya nak" ayah menyahut dengan lemah dan tanpa daya.

Pagi itu saat mentari mulai bersinar, ayah keluar rumah untuk mencari biaya demi kesembuhan anak tercinta.
Ayahpun berjalan keluar rumah dengan harapan yang sangat besar, karena beliau tidak mau kehilangan anaknya.
Ayah mencoba keberuntungannya di sebuah perusahaan pajak, tapi apa daya, ternyata perusahaan itu hanya mau menerima pegawai yang telah di naungi oleh sebuah perusahaan resmi.
Ayah pun tanpa kenal lelah terus berjalan untuk mendapatkan sebuah pekerjaan. Hari mulai beranjak siang, ayah pun mulai merasa lelah. akhirnya ayah istirahat di sebuah warung di pinggir jalan. Ayah beristirahat sambil meminum segelas teh hangat dan tempe goreng,saat ayah sedang santai menikmati makanannya, ada seorang ibu yang datang menghampirinya.
"Pak.. Mohon pertolongannya" pinta ibu itu itu kepada ayah.
ayah yang merasa iba dengan keadaan ibu itu, akhirnya memberikan teh dan tempe gorengnya kepada ibu,
itulah ayah, dia tidak peduli sesusah apapun keadaannya, beliau akan tetap membantu orang lain tanpa pamrih,
setelah merasa cukup beristirahat, ayahpun melanjutkan perjuangannya untuk mencari pekerjaan. setelah berkali-kali melamar pada berbagai perusahaan, ayahpun mendapat sebuah pekerjaan yang lumayan bagus. ayah bekerja dengan sangat keras untuk mencari biaya kesembuhan anaknya.
waktu terus berjalan, ayahpun akhirnya bisa mencari biaya yang cukup untuk anaknya. 
"ayah, aku takut yahh" sang anak menangis karena takut hendak masuk ruang operasi.
"tenanglah, nak. ini semua demi kesembuhanmu, agar kau bisa berlari seperti teman-temanmu yang lain. agar kau bisa menikmati kahidupanmu dengan lebih baik" sang ayah menguatkan anak semata wayangnya yang hendak melakukan operasi pagi itu.
tidak berapa lama, operasi mulai berjalan, menit berlalu berganti jam. ayah mulai resah dan was-was dengan semuanya. beliau hanya bisa berdoa dan pasrah dengan keadaan.
setelah penantian yang di rasa sangat panjang, dokter yang bertugas keluar ruangan.
"bagaimana dok operasinya?" Ayah bertanya dengan hati yang was-was dan sangat penasaran.
"Alhamdulillah, pak operasinya berjalan lancar. insyaallah dia akan sehat kembali." sang dokter menjawab dengan senyum yang sangat tulus dan membahagiakan.
akhirnya anak itupun sembuh dan kehidupan mereka berangsur mulai membaik, dari yang dulunya terasa amatlah susah, sekarang terasa lebih mudah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar