Selasa, 16 September 2014

Kata dan Manusia

Inilah saat di mana kata-kata pun tak sanggup menjelaskan perasaan manusia, di mana kata-kata berhenti dari fungsinya, di mana kata-kata menghentikan estetika kehidupan.
Di saat manusia mulai menanyakan tentang jati dirinya, di saat manusia mulai menanyakan siapa dia sebenarnya, untuk apa dia hidup, untuk apa dia di ciptakan, untuk apa dia lahir. Di saat manusia mulai rapuh, buta, tuli, lumpuh. Tidak tahu harus berpegang pada apa dan siapa, tidak tahu harus kekiri atau kekanan, utara atau selatan.
Manusia mulai kehilangan arah, setiap langkah yang dia ambil hanya akan mengembalikannya pada titik yang sama. Dia mulai mencari kata-kata, mencari sesuatu yang dapat dia genggam, bukan hanya sekedar bisikan angin ataupun sapaan hangat sang mentari.
Kata-kata harus segera bertindak, tak peduli seribu satu cara di tempuh, mereka harus bisa saling menemukan. Kata-kata dan manusia harus bertemu. Untuk menciptakan estetika kehidupan kembali bergerak, untuk menjawab setiap pertanyaan yang bergema di benak manusia.
Namun, mereka tidak sadar. Di tengah-tengah mereka ada takdir, yang entah mengapa belum mengijinkan mereka untuk bertemu. Di saat manusia pergi ke kanan, dengan semangatnya takdir menuntun kata-kata ke kiri.
Entah berapa lama mereka bermain-main dengan takdir, seminggu? Sebulan? Setahun? Sewindu? Sedasa warsa? Tidak ada yang tau. Takdirpun tak tau, mereka masih asyik saja dengan permainan yang di ciptakan oleh takdir. Kata-kata mengikutinya dengan ketenangan yang luar biasa, begitu pula si manusia, mengikutinya dengan ke hampaan yang tak akan bisa ia teriakan.
Di saat mulai lelah, di tuntunlah mereka, saling mendekat satu inci, satu kaki, hingga tidak ada jarak antara mereka berdua. Saat takdir tersenyum melihat kehidupan akan segera di mulai, estetika kehidupan mulai bergerak, dengan kesenangan yang luar biasa layaknya seorang ibu yang melihat bayinya menangis untuk pertama kalinya.

Inilah dia, manusia dan kata-kata melebur menjadi satu. Inilah saat di mana semuanya bergerak. :D

Tidak ada komentar:

Posting Komentar